Showing posts with label Kisah-kisah Sukses. Show all posts
Showing posts with label Kisah-kisah Sukses. Show all posts

KISAH PERDANA MENTERI CINA GONSONG YEE


Seorang perdana menteri Cina yang cakap, Gonsong Yee, gemar sekali makan ikan. Setiap pagi, banyak orang mengantri di pintu depannya, ingin memberikan hadiah berupa ikan-ikan yang mahal dan lezat kepadanya. Melihat hal ini, sambil merasa salah tingkah, Yee dengan tenang berterima kasih kepada mereka atas kebaikannya tetapi dengan tegas menolak untuk menerima satu pun dari ikan-ikan itu. Kurangnya rasa sopan-santun sosial ini sangat mengejutkan dan menjengkelkan adiknya, yang tinggal bersamanya.

Suatu malam, sesudah makan, dia dengan rasa ingin tahu bertanya tentang alasan di balik semua itu kepada kakaknya. "Sangat sederhana," ungkap si perdana menteri. "Untuk menghindari masalah yang mungkin timbul, seorang pria yang bijaksana sebaiknya tidak pernah membiarkan kesenangannya atau hobinya diketahui oleh umum. Aku memang sangat ceroboh dalam hal ini karena kegemaranku makan ikan diketahui oleh umum. Mengetahui kesukaanku, para pemberi bingkisan itu akan berusaha memuaskannya.

Jika aku menerima pemberian mereka, aku berhutang kepada mereka. Ketika membuat keputusan, secara sengaja maupun tidak sengaja aku akan memikirkan keinginan mereka. Aku mungkin membelokkan hukum untuk membalas kebaikan mereka. Jika ini berlanjut, aku memiliki resiko tertangkap dan kehilangan kedudukan serta reputasiku.

Lalu siapa yang akan peduli untuk memberi hadiah kepada seorang tawanan yang tidak dihargai dan tidak berkuasa? Oleh karena itu, aku dengar kedermawanan mereka. Tanpa memiliki hutang budi kepada mereka mereka, aku bebas mengatur diriku sendiri. Dengan membuat keputusan yang tepat dan tidak berat sebelah, aku dapat mempertahankan posisiku tetap membeli ikanku sendiri." Adiku maaf atas pemikirannya yang sempit

RENUNGAN:
Penghargaan itu diraih, bukan diberikan. Demikian juga kesuksesan. Tidak ada makanan yang gratis di dunia ini. Seseorang harus selalu bergantung kepada dirinya sendiri, bukan orang lain, karena orang lain mempunyai kepentingan mereka masing-masing.

Kisah Lima Pelajaran dari Angsa


Thomas J. Watson (1874-1956), mantan Presiden IBM yang diakui dunia sebagai wiraniaga (salesman) terhebat, pernah mengemukakan paradigma berdasarkan pengamatannya terhadap angsa yang terbang dalam suatu formasi. Ia lalu mengembangkan lima pelajaran sangat berguna dari pengamatannya itu.

Ketika setiap burung mengepakkan sayapnya, ia menciptakan suatu ketinggian bagi burung-burung lain yang mengikutinya. Dengan terbang dalam formasi berbentuk "V", seluruh kawanan burung dapat menambah jarak terbang 71% lebih jauh dibandingkan jika setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran 1: Orang-orang yang memiliki arah yang sama dan rasa kebersamaan yang tinggi, dapat mencapai tujuan dengan lebih baik dan lebih cepat.

Ketika seekor angsa keluar dari formasi, ia akan merasa ada tarikan dan perlawanan terhadap upayanya terbang sendirian. Segera ia akan kembali ke formasi untuk menimba "kekuatan tarikan" dari burung yang ada di depannya.

Pelajaran 2: kita dapat tetap berada dalam formasi kita saat ini dengan mengikuti pimpinan dan memberikan diri kita bagi orang lain.

Ketika angsa yang memimpin merasa lelah, ia berputar ke belakang, masuk dalam formasi. Angsa lain mengambil alih posisi pimpinan.

Pelajaran 3: Kita hendaknya selalu siap bergilir melakukan tugas sulit, berbagi tanggung jawab.

Angsa-angsa yang ada di belakang bersuara untuk menyemangati angsa-angsa yang ada di depan, agar menjaga kecepatan.

Pelajaran 4: Kita perlu memastikan, suara kita dari belakang memang benar-benar menyemangati, bukan sebaliknya.

Ketika seekor angsa sakit, terluka, atau tertembak, beberapa angsa lain tampak keluar dari formasi. Mereka terbang menurun mengikuti angsa itu untuk menolong dan melindunginya. Mereka terbang merapat sampai angsa itu mampu terbang kembali atau mati. Kemudian, mereka melanjutkan terbang dengan formasi lain atau mengejar kawanannya.

Pelajaran 5: Jika kita memiliki kepekaan seperti angsa, kita juga akan berada di sisi satu sama lain pada saat-saat sulit, sehingga kita dapat saling menguatkan.

KEJADIAN PAHIT YANG MEMBAWA BERKAH


Suatu hari, anak muda ini mengantar penuh muatan berisi puluhan buku ke kantor berlantai 7 di suatu perguruan tinggi ; ketika dia memanggul buku-buku tersebut menunggu di lift, seorang satpam yang berusia
50-an menghampirinya dan berkata : “Lift ini untuk profesor dan dosen, lainnya tidak diperkenankan memakai lift ini, kau harus lewat tangga!”

Anak muda memberian penjelasan pada satpam itu :

“Saya hanya ingin mengantar buku semobil ini ke kantor lantai 7, ini kan buku pesanan kampus ini !”

Namun, dengan beringas satpam itu berkata :

“Saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau bukan profesor atau pun dosen, tidak boleh menggunakan lift ini!

Kedua orang itu berdebat cukup lama di depan pintu lift, tapi, satpam tetap bersikeras tidak mau mengalah. Dalam benak anak muda itu berpikir, jika hendak mengangkut habis buku semobil penuh ini, paling tidak harus bolak-balik 20 kali lebih ke lantai 7, ini akan sangat melelahkan!

Kemudian, anak muda itu tidak dapat menahan lagi satpam yang menyusahkan ini, lantas begitu pikirannya terlintas, ia memindahkan tumpukan buku-buku itu ke sudut aula, kemudian pergi begitu saja.

Setelah itu, anak muda menjelaskan peristiwa yang dialaminya kepada bos, dan bos bisa memakluminya,sekaligus juga mengajukan surat pengunduran diri pada bosnya, dan segera setelah itu ia pergi ke toko buku membeli bahan pelajaran sekolah SMU dan buku referensi, sambil meneteskan air mata ia bersumpah, saya harus bekerja keras, harus bisa lulus masuk ke perguruan tinggi, saya tidak akan membiarkan dilecehkan orang lagi.

Selama 6 bulan menjelang ujian, anak muda ini belajar selama 14 jam setiap hari, sebab ia sadar, waktunya sudah tidak banyak, ia tidak bisa lagi mundur, saat ia bermalas-malasan, dalam benaknya selalu terbayang akan bentakan security yang tidak mngizinkannya memakai lift, membayangkan diskriminasi ini, ia segera memacu semangatnya, dan melipatkan gandakan kerja kerasnya.

Belakangan, anak muda ini akhirnya berhasil lulus masuk ke salah satu lembaga ilmu kedokteran. Dan kini, selama 20 tahun lebih telah berlalu, sang anak muda akhirnya berhasil menjadi seorang dokter klinik.

Sang dokter merenung sejenak, ketika itu, jika bukan karena security yang sengaja mempersulitnya, bagaimana mungkin ia menyeka air matanya dari bentakan hinaan itu, dan berdiri dengan berani ?

Dia telah berhutang budi pada security yang menghinanya!

RENUNGAN:
kadang kesulitan atau keburukan dalam hidup kita yang kita terima membawa diri kita memacu untuk lebih baik lagi dan memberi kita semangat.

kisah bong chandra (motivator termuda diasia)


Bong Chandra, pemuda usia 24 tahun ini dikenal sebagai “Motivator Termuda di Asia”. Ia berhasil menjadi seorang milyader di usia yang sangat muda, tentu saja hal tersebut membuatnya menjadi ido
la banyak orang. Namun siapa sangka bahwa perjalanannya menuju kesuksesan ternyata penuh liku. Berikut adalah wawancara tim Solusi Life dengan Bong Chandra.

Bagaimana sih ceritanya hingga Anda bisa sukses seperti sekarang ini?

Saya dibesarkan di keluarga yang biasa saja. Orangtua saya seorang pengusaha. Namun saya dibesarkan dalam keadaan penuh kelemahan. Dalam artian yang pertama adalah kelemahan fisik. Waktu saya lahir, saya terkena penyakit flek paru-paru. Jadi waktu kecil saya suka kejang. Akhirnya hal itu membuat tubuh saya sangat kurus, dan hal tersebut membuat saya tidak percaya diri dan kuper.

Hingga pada tahun 1998, pada saat saya kelas 6 SD Indonesia mengalami krisis ekonomi dan kerusuhan. Salah satu yang kena adalah pabrik papa saya. Papa saya bankrupt, sehingga mulai dari kelas 6 SD sampai 2 SMA saya hidup sangat kekurangan.

Saya juga melihat bagaimana ayah saya dari punya pabrik, kerja dengan mesin, kebetulan pabrik kue, jadi buat adonan kue sendiri. Bagaimana keringatnya, bagaimana beliau masuk ke pasar-pasar basah, panas, pada hal usia beliau sudah 50 tahun lebih saat itu.

Saya seringkali juga hanya makan seadanya, dan juga hutang sana dan hutang sini. Bahkan seringkali kalau saya terima telephone di rumah diminta bilang papi ngga ada, mami ngga ada. Karena yang telephone adalah penagih hutang. Listrik dan telephone kami juga sering di putus.

Masa-masa paling pahit bagi saya adalah saat kami sekeluarga harus mengumpulkan uang-uang receh yang ada di sudut-sudut jendela, pojok-pojok lemari. Uang receh bisa buat apa sih? Tapi saking berharganya uang-uang receh itu bisa kami buat bayar listrik atau telephone.

Bagaimana dengan prestasi di sekolah?

Saya tidak punya prestasi sama sekali (di sekolah – red). Seringkali saya hanya fotokopi buku pelajaran karena tidak mampu beli buku baru. Saya hampir tidak naik kelas waktu SMA kelas 2 semester pertama. Raport saya merah 11 pelajaran dari 13 mata pelajaran. Saya menangis, saya sedih sekali. Itu adalah titik paling rendah dalam hidup saya.

Ternyata Bong Chandra pun pernah merasa iri…

Wajar, namanya juga anak muda waktunya aktualisasi diri. Mereka bisa punya handphone baru, saya ngga bisa. Mereka bisa pergi sama keluarganya, saya ngga bisa.

Saat itu ada teman saya yang ngga ada jemu-jemunya menjenguk saya, bukan karena saya sakit, tapi untuk mengajak saya ke gereja. Waktu itu ngga tahu kenapa saya merasa ini saat yang tepat. Akhirnya saya putuskan untuk ke gereja. Di sana saya sadar bahwa selama ini saya masih mengandalkan kekuatan saya sendiri.

Kadang saya bertanya, untuk apa sih Tuhan ciptakan kesulitan. Kenapa Tuhan ciptakan masa-masa down. Akhirnya saya menemukan (jawabannya), ternyata kalau tidak ada masa-masa sulit, tidak ada masa down, manusia akan mengandalkan dirinya sendiri, itu yang saya yakini yang dulunya saya belum yakin.

Ketika mengalami masa sulit, manusia sudah tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, tidak bisa mengandalkan orangtuanya, orang lain, maka manusia mulai mencari satu pribadi, itulah yang saya alami.

Sekali lagi hidup ini seperti permainan catur. Kita baru bisa majukan pionnya kalau kita majukan pionnya. Karena kalau kita majukan pion, satunya hanya diam kan tidak bisa. Jadi kita berharap sepenuhnya pada Tuhan, tapi kita harus berusaha jadi yang terbaik. Jadi dua keseimbangan ini yang menjadi paradigma yang baru ketika saya mengenal Tuhan.

Berlahan Bong mulai bangkit..

Yang membuat saya bangkit adalah orang-orang yang saya cintai. Yaitu orangtua saya, adik, pasangan saya dan lain sebagainya. Jadi yang membuat saya bangkit adalah alasan yang kuat, karena saya percaya motivasi terbesar bukanlah ketika kita berjuang untuk diri kita sendiri tapi berjuang untuk orang lain. Saya berkomitmen untuk tidak egois lagi. Dalam arti, saya siap bayar harganya. Dulunya saya nyaman, diam di rumah. Kemudian sudah uangnya terbatas, malah habiskan uangnya ke warnet. Main game, sama teman-teman main basket. Saya bilang, mulai hari ini saya tidak mau egois berpikir untuk diri saya, dan saya mau bangkit, bukan untuk saya tapi untuk mereka.

Demi keluarganya Bong rela bekerja keras..

Saya pernah gonta-ganti pekerjaan, dari pertama serabutan. Saya jualan baju, saya jual parfum, apapun yang bisa saya jual. Saya punya prinsip, lebih baik susah sekarang.

Dan saya bersyukur, karena keluarga kami bankrut dan kami punya keterbatasan, jadi keluarga kami sangat dekat. Yang kedua adalah saya bersyukur, karena hidup saya dari kecil sudah sulit, saya jadi anak yang tidak manja.

Jadi saya balik, dari awalnya saya iri sama teman-teman saya, teman-teman saya harus iri sama saya. Karena apa? Karena mereka tidak mengalami kesulitas yang saya rasakan. Karena mereka tidak mengalami kesulitan, mereka tidak tumbuh sekeras saya.

Kerasnya tekad Bong itulah yang membuat ia tidak pernah menyerah. Berbagai bisnis seperti MLM dan event organizer ia jalani. Untung dan rugi juga silih berganti. Namun ia tidak pernah putus asa.

Di bisnis property inilah Bong Chandra berhasil mencapai kesuksesannya. Ia berhasil menjadi milyader di usia muda dan berhasil mewujudkan impian orangtuanya untuk ke luar negeri. Saat dipuncak keberhasilannya, ia ingin orang lain berhasil juga. Karena itulah ia menjadi seorang motivator. Apa yang menjadi kepuasan Bong saat ia menjadi motivator?

Paling puas adalah saat saya mendapatkan email, atau mendapat mention di twitter saya yang mengatakan hidupnya berubah, mereka jadi memiliki semangat lagi. Pernah saya mendapat email dari orang yang dulu katanya pernah dibilang hampir gila sama orang-orang, dan akhirnya mereka bisa temukan jati diri yang baru. Ada yang pernah hampir bunuh diri, saya bisa bantu mereka. Itulah salah satu yang membuat saya senang memberi motivasi.

Apa arti kesuksesan bagi Bong Chandra?

Buat saya sukses adalah saya bisa menjadi lebih baik dari yang kemarin, itulah yang pertama. Yang kedua, sukses adalah ketika kita bisa mengalahkan diri sendiri. Dalam artian, manusia itu Tuhan kasih potensi yang sangat luar biasa. Jika manusia itu tidak bisa melawan dirinya sendiri maka potensinya akan terhambat. Sukses adalah ketika kita bisa menggunakan talenta yang Tuhan kasih, kita develop sehingga kita bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Prinsip-prinsip apa yang dijalankan Bong Chandra dalam bisnisnya?

Yang pertama adalah prinsip kebenaran, dalam arti kita tidak boleh kompromi. Yang kedua adalah kerjasama.

Kisah Mike Lazaridis, Si Penemu Blackberry


Mike Lazaridis (48 tahun) adalah seorang pengusaha sukses. Pada saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia.
Alasannya: ia penemu BlackBerry. Bersama dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.

BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.

BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik - selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja!

**
Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun.

Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.

Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless.

Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus.

RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry.

RENUNGAN:
Hal yang patut kita tiru, biarpun sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak "hanya" menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar biasa!

KISAH BERUANG LIAR



Alkisah ada dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.

Mereka berdua memanjat pohon terdekat,
tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama mulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."

Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"

Orang pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!" dengan begitu beruang pasti akan mengejar kamu bukan aku.

RENUNGAN:
Dari cerita diatas kadang tanpa kita sadari kita tidak tahu apakah tindakan yang dilakukan oleh orang pertama adalah tindakan cerdik atau tindakan egois yaitu mengumpankan teman satu team demi keselamatannya sendiri.

Dalam sebuah pekerjaan seringkali kita menemukan beruang ganas yang mengobrak-abrik dan mengancam suasana nyaman yang kita alami. Kesolidan dan kekompakan team menjadi pertaruhannya.

Tindakan yang paling mudah kadang kita mengumpankan orang lain dan menyalahkan oranglain sementara dengan begitu kita punya kesempatan untuk melarikan diri sekencang-kencangnya bebas dari tanggungjawab.

Menurut kacamata kebaikan, Tindakan yang dilakukan oleh orang pertama itu adalah tindakan pengecut, mencari kambing hitam, mengorbankan orang lain dan mementingkan diri sendiri. Seharusnya sebagai team,mereka secara bersama-sama berusaha bekerja sama untuk berpikir, bertindak untuk bagaimana caranya untuk menghalau beruang.

Pekerjaan yang baik selalu tidak mudah, menghadapi masalah sebesar seperti menghadapi beruang tentulah tidak gampang, karena bisa jadi itu masalah hidup dan mati. Pertimbangannya ada dihati nurani atau kepentingan sesaat.
Namun sebagai team yang kompak dan solid, kita harus bisa bekerja sama untuk menghadapi beruang.

Beruang kita ibaratkan masalah yang sedang kita hadapi. Kita harus yakin dengan team akan bisa menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik.

RESEP RAHASIA UMUR 100 TAHUN


Seorang reporter mempunyai kesempatan yang sangat unik untuk mewawancarai seorang bapak tua yang masih terlihat sehat dengan usia yang mencapai 100 th.
“ Pak, apa yang menjadi rahasia anda sampai diusia 100 th
ini?”, Pak Tua itu menjawab, “ sudah bukan rahasia umum lagi, saya selalu memperhatikan apa yang saya makan, mencari aktivitas yang membuat pikiran saya tertantang, dan olah raga rutin.

Dengan penasaran reporter itu bertanya lagi, “ Tapi hal ini juga pernah saya dengar dari orang yang berusia 50 th dan ahirnya juga meninggal di usia 55 th, apa masih ada rahasia lainnya lagi?”. Pak Tua kembali menjawab setelah sejenak berpikir, “ Memang benar orang itu melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan, namun perbedaannya ia tidak melakukannya secara terus menerus.

Itulah yang mengakibatkan kegagalannya”.Di sebuah perusahaan Multinasional skala besar di Indonesia yang dalam operasional produksinya secara pasti membutuhkan power / energi listrik yang sangat besar. Perlu adanya maintenance dan kontrol yang intens agar tidak terjadi break down sehingga bisa terhindar dari loss production dan pastinya terhindar dari cost yang tinggi.

Seorang staff utility / maintenance harus memiliki motivasi dalam menjalankan pekerjaannya dengan menyediakan waktu untuk setiap hari mencatat berapa parameter dan pemakaian daya listrik perusahaan ini... dan secara terus menerus ,Ia melakukan pencatatan tanpa terlewatkan sedikitpun sesuai dengan schedule rutinnya. Mungkin juga dia bisa saja tidak melakukan pencatatan parameter tersebut karena tidak ada yang melakukan monitoring atau kontrol pada dia dan area pekerjaan ini.

Namun dengan konsistensi yang ada pada dirinya, pekerjaan ini terus dilakukannya secara konsisten, dan pada suatu waktu ia melihat ada percikan api yang terjadi di dalam panel cubicle outgoing PLN..., pekerjaan yang dilakukan pada awalnya adalah untuk mengukur parameter pemakaian listrik, menjadikannya dapat mengantisipasi adanya percikan api yang akan mengakibatkan break down pada power listrik, sehingga dapat dilakukan perbaikan awal dan tidak menimbulkan loss production dan cost yang besar atau bahaya yang sangat besar jika sampai terjadi konsleting atau kebakaran...

Dalam dua cerita diatas, kita dapat belajar bahwa untuk memberikan kontribusi yang maksimal terhadap diri kita dan karir secara profesional, kita perlu berkomitment setiap hari mengambil tindakan yang konsisten. Kita tidak mungkin mendapatkan hasil yang luar biasa jika kita hanya bekerja keras dalam satu waktu kemudian tidak menjalankannya secara konsisten karena kita akan kehilangan momentum yang sangaaaattt penting.....

Kesuksesan seseorang bukan hanya bergantung pada langkah pertama yang ia ambil, seringkali justru langkah-langkah selanjutnya yang kemudian menjadi kebiasaanlah yang akan bertahan untuk meraih kesuksesan. Mengambil tindakan-tindakan yang konsisten dan disiplin terhadap tugas yang harus diselesaikan tidak akan membuahkan hasil yang brilian dalam waktu satu hari. Namun, jika hal ini telah menjadi kebiasaan anda dan anda lakukan secara konsisten didasari oleh komitment yang kuat, maka suatu saat nanti kesuksesan akan anda raih.

“In essence, if we want to direct our lives, we must take control of our consistent. It’s not what we do once in a while that shapes our lives, but what we do consistently”. (Anthony Robbins)

YES MAN (FILM 2005)


Seorang karyawan bernama Carl Allrm menjalani kehidupan yang buram. Baginya pekerjaan adalah sebuah rutinitas yang membosankan. Bukan hanya urusan pekerjaansaja yang membuat hidupnya berantakan, begitu juga dengan kehidupan cintanya.

Ia adalah jomblo sejati, tidak memiliki kekasih yang bisa membuatnya tersenyum bahagia. Sebetulnya bukan karena dia tidak memiliki pekerjaan yang baik atau memiliki tampang pas-pasan, melainkan pola pikirnya yang negatif.

Ia selalu pesimis dalam memandang hidup. Paradigmanya itu terlihat dari sikapnya yang selalu menolak dan mengatakan tidak pada setiap ajakan dan kesempatan yang diberikan, baik oleh atasannya atau pun oleh teman-temannya. Rupanya sikap seperti itulah yang membuat karier dia tidak cemerlang, bahkan hidupnya menjadi monoton tanpa gairah.

Pada suatu hari Carl Allrm diajak (lebih tepatnya dipaksa) untuk mengikuti sebuah seminar motivasi yang diyakini bisa membuat hidupnya menjadi bergairah. Sang motivator yang memiliki banyak pengikut itu menawarkan sebuah perjanjian "aneh" yaitu harus selalu mengatakan Iya pada setiap ajakan, tawaran, atau permintaan dari siapa pun. Jika dilanggar maka hidupnya akan sial. Singkat cerita, setelah Ia selalu mengatakan iya pada setiap ajakan dan permintaan, dari mulai mengiyakan tugas lembur dari atasannya, hingga mengiyakan ajakan pesta teman-temannya. Dan memang betul, kini hidupnya berubah total menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ya betul. Itu adalah cerita dalam film berjudul Yes Man. sebuah film komedi Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2008 dan dibintangi oleh Jim Carrey. Film ini diangkat dari kisah hidup Danny Wallace, seorang pengarang asal Inggris. Sebelum diangkat menjadi film, awalnya cerita ini ditulis dalam sebuah buku berjudul The Yes Man yang diterbitkan tahun 2005 dan ditulis sendiri oleh Danny Wallace.

Mengatakan Iya pada setiap permintaan, perintah dan ajakan memang tidak mudah karena ini menyangkut ego seseorang yang memiliki penilaian tersendiri dengan pertimbangan apakah itu menguntungkan atau merugikan diri sendiri? Nah, bicara soal kesetiaan, dalam lingkup dunia kerja kata yang pas bagi orang yang setia pada perusahaan adalah memiliki loyalitas. Loyalitas berasal dari kata dasar loyal yang berarti setia atau patuh. Istilah loyalitas ini sering didefinisikan bahwa seseorang akan disebut loyal atau memiliki loyalitasnya tinggi jika mau mengikuti apa yang diperintahkan.

Pada sekitar tahun 1995, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar Psikologi dan Neurologi, Daniel Goleman mempopulerkan konsep Kecerdasan Emosi atau yang kita kenal dengan singkatan EQ. Konsep ini menyatakan bahwa kecerdasan emosional berperan sangat penting bagi kesuksesan seseorang dalam berkarier. Salah satu ciri dari orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi adalah mereka tidak mementingkan diri sendiri atau egois. Mereka tulus dalam melakukan tugasnya dan loyal pada perusahaannya. Dengan kata lain, seseorang yang loyal pada pimpinan dan perusahaannya, secara umum memiliki peluang lebih besar untuk sukses dibandingkan dengan mereka yang tidak loyal.

Belum lama ini saya mendapat pencerahan dari seorang guru spiritual yang mengatakan bahwa, para nabi dan orang-orang suci tidak pernah mengatakan tidak saat diminta tolong. Mereka selalu mengatakan Iya walau pun harus mengorbankan kepentingan dirinya. Mereka seperti lilin yang menerangi sekelilingnya tanpa pilih kasih atau merasa telah dimanfaatkan. Meskipun untuk itu ia harus melelehkan dirinya. Kenapa mereka melakukan itu? Karena mereka loyal pada Tuhannya. Mereka selalu ingin melayani mahluk ciptaan-Nya, baik diminta atau pun tidak. Jika Anda menjadi YES MAN! dalam pengertian seperti ini, Anda termasuk dalam katagori orang yang loyal atau setia. Anda juga tidak hanya memilki Kecerdasan Emosi melainkan juga memiliki Kecerdasan Spiritual.

Kisah Siapa yang berhak meneruskan Perusahaan Sang Ayah?


Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bis
nisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?

Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.

Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.

Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.

Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.

Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.

Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya.

Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.

Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.

Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilihan Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO?

Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.

Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.

Bagaimana jalan keluarnya?

Konsultan angkat tangan.

Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.

Dibentangkannya persoalan secara gamblang.

Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing

memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.

Dialog pun dimulai.

Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.

“Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku,” kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.

Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.

“Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku,” katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. “Budget maksimum Rp1 juta,” tambahnya lagi.

Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.

Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.

“Bagus, besok giliranmu,” kata si ayah kepada anak keduanya.

Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styrofoam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.

“Oke, besok giliranmu,” kata sang patriarch menunjuk putrinya.

Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.

“Lho, kok kosong?” tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.

Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.

“Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari,” katanya kalem.

Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.

RENUNGAN :
Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang disebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.

Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.

Dari dulu botak memang ciri orang pintar.

Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri. Dalam arti ini, orang bijak selalu berkonotasi orang alim dan saleh.

Kini, ketika rasionalisme warisan Descartes dan Immanuel Kant menjadi panglima, kebijaksanaan yang berasal dari hati (nurani atau suara hati) cenderung dinomorduakan. Yang utama adalah kepala. Dunia politik, bisnis dan kemasyarakatan kita kemudian didominasi oleh para pakar dan teknokrat bergelar master, doktor, dan profesor.

The Pursuit of Happyness



Cerita film ini dimulai pada tahun 1981 di San Francisco, California. Linda dan Chris Gardner hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia 5 tahun, Christopher. Chris adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.

Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Chris pun berfikir pekerjaan tersebut sangat cocok untuknya. Keesokan harinya Chris pergi ke sebuah perusahaan pialang saham dan pada saat di kantor Chris melihat sebuah pengumuman lowongan pekerjaan. Chris langsung mengambil formulir yang di sediakan formulir tersebut adalah formulir program pelatihan kerja yang nantinya bila lulus akan di jadikan karyawan dari perusahaan tersebut. Chris segera mengisi formulir dan keesokan harinya Chris memberikan formulirnya ke kantor Witter Resource dan bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan.

Chris sangat bersungguh – sungguh untuk dapat menjadi karyawan dari perusahaan tersebut, sampai Chris bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan dan menemani pimpinan pulang naik taxi.Setelah mengantar pulang pimpinan perusahaan Chris mengalami kejadian yang buruk dia di tinggal oleh anak dan istrinya, tetapi dibalik kejadian itu semua, Chris di telpon oleh pimpinan perusahaan untuk menghadiri sesi wawancara pekerjaan pada 2 hari kedepan sebelum sesi wawancara di lakukan pada hari H. Chris mengalami kejadian yang buruk diantaranya Chris di perintahkan mengecat dinding rumah disebabkan oleh menunggaknya uang sewa rumah, dan Chris di penjara selama 1 hari karena kasus tilang mobil pribadinya. Chris sangat gelisah karena pada esok hari jam 10.15 dia ada wawancara pekerjaan dan dia baru bisa keluar penjara jam 9.30. setelah keluar penjara Chris lari secepat mungkin menuju kantor dengan memakai pakaian alakadarnya yang melekat di badan.

Chris datang ke kantor dengan tepat waktu. Dalam wawancara pekerjaan Chris berusaha enjoy dan tidak merasa malu dengan kondisinya saat itu, Chris berbicara sangat lancar dan dia menceritakan kejadian yang dialami olehnya dengan sejujur – jujurnya. Chris menjelaskan pula tentang CV pribadinya yang di tulis pada lembaran formulirnya. Pimpinan perusahaan pun menilai positif dirinya, pimpinan akan memberitahu dia kabar selanjutnya pada malam hari. Pada malam harinya Chris menelpon pimpinannya dan akhirnya Chris diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan kerja tersebut. Pesaing Chris dalam kerja terdapat 20 orang merebutkan 1 kursi karyawan perusahaan pialang saham, syarat dan ketentuan yang harus dicapai adalah harus dapat menjadi peserta terbaik dalam proses pelatihan kerja tersebut. Chris bekerja keras selama 3 bulan dengan tanpa gaji sepeser pun, dengan kerja kerasnya tersebut Chris mendapatkan gelar karyawan terbaik dengan memperoleh klain terbanyak. Chris pun diterima dalam perusahaan tersebut dan menjadi karyawan tetap di perusahaan pialang saham. Setelah melalui karirnya di Dean Witter, Chris Gardner mendirikan perusahaan jasa layanan keuangannya sendiri yang diberi nama Gardner Rich pada tahun 1987

Renungan
Terdapat sebuah kalimat menarik yang di ungkapkan oleh Chris yaitu “jika anda mempunyai impian maka pertahankanlah, seringkali orang yang tidak melakukan apapun untuk dirinya sendiri, mereka akan mengatakan bahwa kau tidak akan bisa melakukannya. Kalau kau ingin sesuatu maka gapailah titik itu.”

Kisah Warren Buffet tentang Prinsip Hidup Sederhana


Warren Buffet, salah satu orang terkaya didunia saat ini, pada tahun 2006 telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial kepada yayasan Bill and Melinda Gates Foundation. Saat ini menurut Forbes kekayaannya mencapai $68 milyar ($68 Billion)

"Hasil wawancara dengan CNBC"

1. Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat !
Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini.

2. Dia membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran
Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan
Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis.

3. Dia tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yll. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.
Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian.

4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard
Jadilah dirimu sendiri

5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.
Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target tahun tsb. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .
Letakkankan orang yang tepat pada posisinya.

7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya
1: Jangan habiskan uang pemegang saham
2: Jangan lupa peraturan no.1
Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tsb

8. Dia tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.
Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri

9. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.

10. Bill Gates, orang terkaya no.1 5 tahun yang lalu mengadakan janji temu dengan Warren Buffet.Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet

Nasehatnya untuk anak – anak muda:


"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :
Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.


Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.
Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.
Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah

"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".

Keteguhan Hati Menaruh Harapan

Seringkali manusia begitu menemui kegagalan lalu menjadi putus asa, sehingga benar-benar kegagalan yang dihadapinya. 

Mungkin bila ia tidak begitu mudah menyerah, mau mencoba sekali dan sekali lagi, tentu yang dihadapinya sudah sama sekali berbeda.

Musim gugur merupakan musim panen kacang tanah, halaman rumah saya penuh dengan tumpukan kacang tanah. Sore hari, saat senggang saya memilih beberapa kacang tanah yang padat dan empuk untuk dimakan. Setelah mengupas dan menikmati isinya, kulit kacang saya buang ke samping halaman. 

Di dalam halaman rumah saya ada tiga ekor anak ayam, mereka dipelihara oleh ibu saya. Saat anak-anak ayam itu melihat saya melemparkan sesuatu, mereka segera berlari menghampiri dan berebut. Setelah berebut baru menemukan bahwa benda itu hanyalah kulit kacang tanah, bukan barang yang enak untuk dimakan, juga bukan barang yang bisa dimakan. 

Saya tertawa dalam hati melihat tindakan mereka yang bodoh itu, dan tetap melanjutkan melemparkan kulit kacang. Suatu hal yang sangat aneh adalah, tidak peduli saya telah melemparkan kulit kacang untuk ke sekian kali, dan untuk sekian kali mereka mendapatkan bahwa itu hanyalah kulit kacang yang tidak bisa dimakan, tetapi mereka masih tetap datang berebut setiap saya melempar lagi dan lagi. Terus-menerus melihat hal yang demikian itu terjadi, lama kelamaan hati jadi tergerak juga, saya menjadi sangat terharu.  

Hal ini membuat saya teringat akan sebuah kisah kecil tentang seorang pengembala sapi. Dalam kisah itu diceritakan bahwa, penggembala sapi itu karena iseng suatu hari ia telah membohongi penduduk desa dan berteriak, "Tolong, ada serigala datang."  

Merasa pernah tertipu, pada akhirnya ketika benar-benar ada serigala datang, dan ia berteriak, maka semua orang sudah tidak lagi mempercayai suara teriakannya. 

Kisah itu mengritik tindakan bocah pengembala sapi yang kurang pantas serta ucapannya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Tindakan saya melemparkan kulit kacang untuk "menipu" anak ayam, saya pikir-pikir tak jauh berbeda dengan tindakan si pengembala itu. 

Namun, jika kita pandang dari sudut pandang yang lain, nampak bahwa dalam "kebodohan"nya, anak-anak ayam itu juga terlihat memiliki keteguhan hati terhadap suatu harapan yang tidak akan dilepas untuk selamanya.  

Saya melihat perjuangan anak ayam yang berkali-kali menemui kegagalan, akhirnya hati saya juga tidak tega dan melemparkan sedikit kulit buah apel untuk mereka, juga boleh dikatakan merupakan sebuah kemenangan bagi anak-anak ayam itu. 

Dalam cerita pengembala sapi itu, seandainya orang-orang itu mau mempercayainya untuk sekali lagi, bukankah juga bisa mengurangi kerugian?

Mengapa Banyak Orang Pintar Tapi Miskin?


Rumus dari Usaha adalah:
W = P x t

Dimana:

W = Usaha (Work)
P = Daya (Power = Kekuasaan)
t = waktu (time)

Jadi:
t = W / P

Diketahui:
Waktu adalah uang; Time is Money
Pengetahuan adalah kekuasaan; Knowledge is Power

Maka rumus di atas bisa diubah menjadi:
Uang = Usaha / Pengetahuan

Jadi kesimpulan berdasarkan rumus di atas:
-Jika pengetahuannya sama atau konstan, yang usahanya lebih banyak akan mendapat uang lebih banyak juga.

-Jika usahanya konstan, maka yang pengetahuannya lebih banyak akan mendapat uang lebih sedikit, dan kalau pengetahuannya mendekati tak terhingga, uang yang didapat akan mendekati nol.

-Sebaliknya, yang pengetahuannya lebih sedikit akan mendapat uang lebih banyak, dan jika pengetahuannya mendekati nol, biarpun usahanya cuman mrongos thok doang, uang yang didapat akan mendekati tak terhingga.

Buat yang tidak mengerti penjelasan di atas, pasti punya uang yang buanyak...

Menarik